Bolanasional.Co-Persiapan CISS Soccer Skill jelang turun ke arena IJL Mayapada 2018 tengah bergelora. Sosok pemain legendaris asal Islandia, Eidur Smari Gudjohnsen jadi sebabnya.

CISS terus mempersiapkan diri sebelum peluit kick-off IJL Mayapada benar-benar dibunyikan. Akhir pekan lalu, dalam rangka laga persahabatan Timnas Indonesia melawan Islandia, pasukan asal Lebak Bulus itu mengikuti ajang festival sepak bola U-10 yang diikuti delapan tim dengan format dua grup. Hasilnya, anak asuh Agus Tri Laksono mampu meraih gelar juara.

“Materi pemain yang bawa CISS juara festival di Senayan kemarin itu memang yang disiapkan turun di kompetisi IJL Mayapada. Ada yang gabung di skuat U-11 tetapi juga untuk kategori U-9. Ya sebagai modal persiapan juga sebelum berlaga di IJL,” terang Tri.

Meski gelar juara bukan menjadi bidikan utama, pengalaman berharga saat berlaga di ajang tersebut cukup membuat sang pelatih semringah. Intinya, ada banyak catatan positif yang sudah ia kantongi untuk anak asuhnya.

“Catatan saya mereka selalu memiliki semangat bertanding yang tinggi, melihat dari beberapa pertandingan sempat terseok bahkan tertinggal. Tapi semangat mereka membuktikan kerja keras hingga bisa berbuah manis,” tegas Tri yang akan menangani skuat CISS U-11 di IJL Mayapada 2018 nanti.

 

“Permainan mereka semakin bagus semakin berkembang dari IJL 2017 lalu dimana dari setiap individu juga jadi perhatian khusus, mulai berani menguasai bola contohnya. Karena apabila dasar bermain sepak bola mereka miliki tentunya akan mudah cepat berkembang,” sambungnya lagi.

 

Selain daripada itu, momen CISS saat berlaga di hijaunya rumput Lapangan B Senayan juga punya cerita tersendiri. Ya, saat proses pengalungan medali, pemain legendaris Islandia yang juga eks penyerang Chelsea dan Barcelona, Eidur Gudjohnsen hadir secara khusus menyematkannya untuk Davin Cs.

Tentunya, secara psikologis, bisa meraih medali akhir pekan lalu juga mendorong semangat individu pemain CISS sendiri. Hal itu diakui Tri bisa jadi modal bagi dirinya memompa semangat barisan pemainnya untuk lebih giat berlatih.

“Saat Eidur Gudjohnsen menginjakan kakinya di lapangan seketika menambah energi anak-anak di partai final dan hasilnya sangat baik. Mudah-mudahan ini bisa menjadi tambahan energi mereka jelang IJL Mayapada bergulir dan yang pasti mereka selalu senang saat berada di atas lapangan memainkan si kulit bundar,” ujar Tri.

“Menjaga semangat pantang menyerah anak-anak ini sangat penting dan kemarin mereka terbukti bisa melakukannya. Sekali lagi, ini motivasi yang bagus sebelum mereka terjun di IJL Mayapada,” tambah fans berat Jose Mourinho tersebut.

Meski “peran” Gudjohnsen tidak terlalu besar jelang persiapan CISS menghadapi kompetisi IJL Mayapada, namun hadirnya sosok pemain kelas dunia seperti dirinya tentu menjadi kebanggaan dan motivasi tersendiri untuk skuat CISS. Terpenting, semangat anak-anak ini untuk terus berlatih dapat terus terjaga seperti yang diungkapkan sang legenda hidup.

“Mulailah memupuk bakat sepak bola untuk generasi muda dan buatlah fasilitas sepak bola sebaik-baiknya untuk mereka. Dimulai dari anak-anak yang memiliki tekad kuat untuk bermain sepak bola,” ujar Gudjohnsen.

 

“Jangan berpikir kesuksesan akan selalu datang esok hari. persiapkan kesuksesanmu secara matang. Tetap bersabar dan percaya apa yang kamu lakukan,” ujar Guddy, sapaan akrabnya.

Selain Gudjohnsen, tak ketinggalan pula dua pemain Timnas jadi saksi perjuangan anak-anak CISS akhir pekan lalu. Adalah Eggy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani nama yang dimaksud. So, lengkap pula persiapan CISS jelang turun ke arena sesungguhnya, IJL Mayapada 2018.

“Alhamdullilah CISS Soccer Skills champion, ini adalah bonus dari latihan kalian guys. Semoga barrokah apa yang telah dicapai. Amin,” ujar founder CISS yang juga eks pemain Timnas Indonesia U-19 akhir 90an, Washiyatul Akmal.

CISS sendiri akan menurunkan tiga tim sekaligus di kompetisi IJL Mayapada. Selain U-9 dan U-11, skuat U-13 pun tak mau ketinggalan.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here