Bolanasional.co-BLiSPI Bertekad Berikan Kado Terindah Buat Menpora
*Bawa Timnas Pelajar U15 2018 Jadi Juara Asia

Cimahi

Training Centre (TC) Tahap Pertama Timnas Pelajar U15 yang digelar di Pusat Pendidikan Infantri Cimahi, telah berakhir. TC yang berlangsung mulai 21 hingga 27 Januari yang diikuti sebanyak 30 pemain tersebut berjalan dengan baik dan lancar.

Selama berlangsungnya TC, skuat Timnas Pelajar U15 yang diarsiteki mantan pemain timnas, Firman Utina telah digembleng dengan keras. Mereka tidak hanya dilatih tentang bagaimana bermain bola yang baik tetapi dididik dengan disiplin ala militer. Selain berlatih rutin, tim besutan Firman Utina juga melakoni dua laga uji coba melawan SSB Football Plus Lembang (kalah 0-1) dan Akademi Persib Bandung (menang telak 8-0).

Pelaksanaan TC bertujuan untuk mematangkan persiapan Timnas Pelajar U15 menghadapi Kejuaraan Sepakbola Pelajar Asia U15 yang akan berlangsung di Manado pada Oktober mendatang. Timnas Pelajar U15 merupakan program kerjasama Kemenpora dengan Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI).

TC resmi ditutup oleh Penanggungjawab Timnas Pelajar U15, Subagja Suihan diAula Pusdiif Cimahi, Sabtu (527/1). Turut hadir Asdep Sentra dan SKO Kemenpora, Teguh Raharjo, Asisten Manajer Dani Septia Iskandar serta para orang tua pemain.

Dalam sambutannya Subagja yang juga Ketua Umum Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) mengapresiasi kerja keras tim pelatih dan ofisial dalam menggembleng skuat Timnas Pelajar U15 selama berlangsungnya TC. Dikatakan, TC yang merupakan fase penting bagi persiapan Timnas Pelajar U15.

“Kami pastikan TC Timnas Pelajar U15 akan dilanjutkan. Karena TC sangat penting untuk pematangan tim. Karena kami punya misi khusus dalam Timnas Pelajar U15 yang akan berlaga di Kejuaraan Sepakbola Pelajar Asia U15 2018. Tahun ini kan tahun olahraga sebagaimana yang dicanangkan oleh Kemenpora. Karena kita akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018,” kata Subagja.

“BLiSPI bertekad bisa memberikan kado terindah buat Menpora dengan mengantarkan Timnas Pelajar U15 menjadi yang terbaik di Asia menjuarai Kejuaraan Sepakbola Pelajar Asia U15 2018,” imbuhnya.

Menurut Subagja wajar jika Timnas Pelajar U15 2018 dibebani target maksimal. Karena dalam tiga tahun terakhir, langkah Timnas Pelajar untuk menjadi juara selalu tersandung. Pada 2016 harus puas menjadi runner up di Kejuaraan Pelajar Asia. Kemudian pada 2017 hanya menjadi semi finalis Gothia Cup di China.

“Sudah sepantasnya kita menjadi juara pada Kejuaraan Sepakbola Pelajar U15 2018. Apalagi kita akan menjadi tuan rumah,” ujar Subagja.

Pada kesempatan yang sama, Asdep Sentra dan SKO Kemenpora Teguh Raharjo menyatakan pihaknya mendukung penuh program persiapan Timnas Pelajar U15 menghadapi Kejuaraan Sepakbola Pelajar Asia 2018.

“Terimakasih kepada pelatih dan ofisial yang telah mengorbankan waktu dan tenaga melatih anak-anak dalam masa pemusatan latihan Timnas Pelajar U15 ini. Yakinlah pengorbanan kalian tidak akan sia-sia. Anak-anak akan menjadi pemain yang cemerlang,” kata Teguh yang juga pendiri BLiSPI.

Teguh memuji semangat dan totalitas Subagja dalam upaya memajukan sepak bola Indonesia.

“Pak Subagja ini luar biasa. Setiap saat memikirkan pembinaan sepak bola usia muda Indonesia. Jangan-jangan setiap tidur mimpinya tentang bola,” seloroh Teguh.

“Pak Menteri sangat mengapresiasi BLiSPI dan pendukungnya,” tambahnya.

“Bersama Pak Isanta selaku Deputi Pembudayaan Olahraga kami akan melaporkan ke Pak Menteri pelaksanaan TC Timnas Pelajar U15 tahap yang berjalan dengan baik dan lancar,” tandasnya.

Teguh mengatakan Kemenpora sudah lima tahun bekerjasama dengan BLiSPI. Dia mengaku senang karena sinergitas ini membawa hasil yang signifikan.

Maju Pesat

Pelatih Timnas Pelajar U15 melaporkan TC tahap pertama diikuti sebanyak 30 pemain. Direncanakan, jumlah pemain akan diciutkan kembali menjadi 25 pemain.

“TC pertama ini dimulai sejak 21 hingga 27 Januari. Tadinya hanya 25 pemain yang kita jaring. Tetapi saya minta ke manajemen untuk tidak terburu-buru. Saya minta 30 pemain. Alhamdulillah permintaan saya disetujui,” tutur Firman.

Firman menjelaskan program TC tahap pertama berjalan lancar. Timnas Pelajar U15 mengalami kemajuan pesat.

“Ada progresnya. Dalam TC ini anak-anak tidak hanya belajar menendang bola. Tetapi mereka juga diajarkan tentang arti sepak bola. Termasuk pemahaman tentang posisi yang mereka tempati. Hal ini sangat penting agar anak-anak punya dasar pemahaman sepak bola yang baik. Ini yang tidak ada di SSB dan akademi-akademi sepak bola. Ini juga menjadi kekurangan kami karena dulu kami tidak pernah diajarkan tentang pemahaman mendasar sepak bola. Saya memberitahu mereka dan mereka sangat senang dan antusias,” papar mantan pemain Persib Bandung dan Bhayangkara FC ini.

“Saya sangat bersyukur ada di tim ini. Karena Kemenpora sangat perduli. Inilah atlet-atlet sepak bola calon pengganti generasi saya,” imbuhnya.

Firman lebih lanjut menjelaskan pemilihan pemain Timnas Pelajar U15 sesuai postur dan posisi masing-masing.

“Dan karakter yang kami inginkan. Seperti di posisi striker. Kami punya dua striker dengan karakter yang berbeda. Yang satu posturnya tinggi sedang satunya lagi relatif lebih pendek bertipikal petarung. Kami punya wing-wing yang kecil tetapi cepat, pintar dan mobile. Begitu dengan gelandang-gelandang kami. Potensi sesuai dengan karakter yang ingin saya mainkan,” ujarnya.

“Saya lebih mengedepankan kualitas tim dibanding individu. Karena itu saya pilih pemain-pemain yang bisa bekerjasama secara tim. Bukan individu yang menonjolkan diri sendiri. Karena sepak bola 11 lawan 11,” tambahnya.

Firman menyebutkan pada TC pertama ini, Timnas Pelajar U15 sudah melakoni dua kali uji coba. Pertama melawan SSB Football Plus Lembang dan Akademi Persib Bandung.

“Pada uji coba pertama kami kalah 0-1. Namun fokus kami bukan pada hasil melainkan ingin membangun kekompakan tim. Di uji coba yang kedua lawan Akademi Persib Bandung anak-anak sudah mampu bermain secara tim. Kerjasama antar lini berjalan dengan baik. Hasilnya sangat memuaskan kami menang telak 8-0. Dua uji yang kami lakoni sangat sukses,” paparnya.

“Meski begitu tetap ada evaluasi. Karena di sepak bola menang kalah ada evaluasi,” tambahnya.

Di sisi lain, Firman juga memuji sikap dan attitude para pemain selama mengikuti TC di Pusdiif Cimahi. Soal disiplin alhamdulillah selama 10 hari di sini tidak ada anak-anak yang melakukan kesalahan.

“Ini berkat kerjasama pengurus dan pembina. Jam 5 subuh anak-anak sudah bangun. Cuci pakaian sendiri. Pergi latihan sama-sama. Saat makan tidak ada yang main handphone. HP disimpan saat mau tidur. Sangat disiplin. Attitude sangat penting sehingga mereka tetap konsisten dan saling menghargai,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here