Bolanasional.CoDebut perdana Maisa Bekasi U-11 di kompetisi IJL Mayapada 2018 akan dimulai akhir pekan ini. Tim legendaris asal Jakarta Timur, Maesa Cijantung jadi lawan pertama.

Seperti dikabarkan sebelumnya, jadi satu-satunya tim asal Bekasi di IJL Mayapada 2018 jadi kebanggaan tersendiri untuk SSB Maisa. Dikepung tim-tim asal Jakarta juga Tangerang  tak membuat nyali mereka jadi ciut.

Jelas, antusiasme itu terus menggelayuti pasukan Maisa. Mereka sudah tak sabar memulai perjuangan selama enam bulan ke depan di kompetisi sekelas IJL Mayapada 2018.

“Alhamdulillah anak-anak semakin mantap menjelang kick off, tidak sabar untuk segera bertanding karena ini momen pertama kali mengikuti liga, selama ini mereka hanya mengikuti turnamen dan festifal yang sifatnya langsung selesai,” terang sang pelatih, Achmad Ramdani.

“Dengan adanya IJL Mayapada, anak-anak dapat merasakan kompetisi dan persaingan dari tim-tim yang sama sekali mereka belum pernah ketahui. Harus saling belajar,” tambahnya.

H-5 jelang peluit kick off dibunyikan, persiapan maksimal terus berusaha dilakukan skuat Maisa U-11. Kendala cuaca beberapa hari terakhir diakui sempat menganggu proses latihan tim anak-anak Patriot.

“Terkait latihan kita memang mengalami kendala karena cuaca. Tapi kita tim pelatih selalu mencari alternatif seperti menggelar latihan di lapangan futsal agar kondisi anak-anak tetap terjaga,” sebut Ramdani.

Maisa Bekasi sendiri akan berada di Grup B Sensation. Tercatat 10 tim akan mereka hadapi salah satunya yakni Maesa Cijantung sebagai calon lawan di pekan pertama, Minggu (11/2).

Nama besar Maesa Cijantung disebut Ramdani juga akan jadi bumbu yang sangat menarik saat duel kedua tim di atas lapangan nanti. Karena itu, juru taktik berusia 37 tahun lebih nyaman jika anak asuhnya diberi status underdog.

“Maesa Cijantung saya tahu tim yang bagus dan rutin mengikuti turnamen tetapi kebetulan kita belum sempat ketmu dalam satu pertandingan,” beber Ramdani.

“Mereka punya nama besar, semoga di pertandingan nanti Maisa bisa jadi tim underdog (non unggulan) yang bisa membuat kejutan,” tandas pelatih kelahiran Jakarta tersebut.

Maesa sendiri tidak merasa di atas angin soal “strategi” Maisa tersebut. Menurutnya, pekan pertama masih sulit diprediksi soal hasil akhir.

“Kalau tidak salah, kami pernah ketemu terakhir 2016 melawan Maisa Bekasi jadi masih sama-sama buta kekuatan lawan. Laga pasti seru karena sebenarnya sama-sama underdog di IJL Mayapada 2018 ini,” ujar Sony, koordinator tim Maesa Cijantung U-11.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here