Bolanasional.Co– Duet maut Dogol Hariyadi dan Ibnu Wibowo di bangku kursi kepelatihan Villa 2000 U-11 berbuah manis. Hasilnya, sang juara bertahan yakni FU15FA Bina Sentra bertekuk lutut di hadapan Black Orange.

Status juara bertahan kompetisi IJL Mayapada 2018 praktis membuat FU15FA Bina Sentra U-11 jadi incaran banyak tim. Di pekan pertama contohnya, anak asuhan Sabrin Paera itu mendapat perlawanan sengit dari Villa 2000. Sempat unggul cepat pada menit kedelapan, Firman Utina Boys akhirnya harus mengakui keunggulan Black Orange dengan skor 1-2.

“FU15FA Bina Sentra bermain sangat taktis sekali dari menit awal hingga kami sempat kecolongan. Intinya memang memberi harus jeli memberi motivasi pada anak-anak untuk mengejar ketertinggalan,” ujar pelatih Villa 2000, Dogol Hariyadi.

“10 menit pertama saya dan coach Bowo melihat ada sedikit celah dari FU15FA Bina Sentra yang bisa kami manfaatkan. Alhamdulillah, hal itu membuat kepercayaan diri anak-anak meningkat setelah kami terus beri suntikan motivasi,” tuturnya lagi.

Kemenangan Villa 2000 memang berkat andil dua pemain mereka yakni M Rashya dan M Alif. Tanpa ragu, pujian pun dialamatkan Dogol untuk anak didiknya tersebut.

“Saya ingin memberi pujian khusus untuk pencetak gol kami yaitu Rashya dan Alif. Keduanya mampu dengan baik mengikuti instruksi pelatih. Semoga ini bisa diikuti juga oleh rekan-rekan lainnya,” ujarnya.

Dogol memang mengakui dirinya “memanfaatkan” status FU15FA Bina Sentra yang datang dengan predikat sang juara bertahan. Bak seorang motivator ulung dibantu sang kolega, Bowo hasil manis pun diraih anak-anak asal Pamulang tersebut.

“Mereka tahu yang dihadapi ini adalah sang juara bertahan. Tapi saya selalu ingatkan agar anak-anak tidak minder, jangan kendurkan semangat. Pantang menyerah sebelum peluit dari wasit dibunyikan,” tegas Dogol Hariyadi, pelatih Villa 2000.

“Prinsipnya kan mempertahankan itu lebih sulit daripada merebut,” tambah Dogol seraya tersenyum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here