Bolanasional.co-Mosi Tak Percaya, Taekwondo Indonesia DKI Jakarta Perlu Nahkoda Baru

Empat dari lima pengurus kota (pengkot) Taekwondo Indonesia (TI) Jakarta sepakat untuk mengganti Ketua Pengprov TI DKI Jakarta, Brigjen TNI Ivan Ronald. Pasalnya, selama dua tahun memimpin tidak menunjukan kepeduliannya terhadap cabang olahraga dan melanggar nggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Ketua Pengprov TI Jakarta Selatan Siswanto mengatakan, sebenarnya gejolak internal TI DKI Jakarta muncul sejak April 2017. Puncaknya hari ini.

“Selama dua tahun ini, pengprov belum pernah menggelar rapat kerja. Padahal di dalam AD/ART minimal setahun sekali wajib melaksanakan raker,” ucap Siswanto di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (14/4).

Minimnya perhatian tersebut dibuktikan pada kejurnas 2017. Di mana kontingen ibu kota itu hanya maksimal meraih medali perunggu.

“Itu pertama kali dalam sejarah Taekwondo DKI Jakarta tidak berhasil meraih emas. Kalau dibiarkkan berlarut-larut, kami khawatir dengan prestasi pada PON 2020 mendatang,” tuturnya.

Karena itu empat pengkot tersebut bersepakat dan mengeluarkan mosi tidak percaya. Sebab tidak ingin prestasi TI Jaya Raya menurun di masa mendatang. Dalam AD/ART cabor sendiri ditetapkan, bila pemilik suara mengeluarkan mosi tidak percaya sebanyak 50+1 maka berhak menggelar pemilihan dan mengganti ketua tersebut

Dalam Agenda Silaturahmi Mosi Tidak Percaya hari ini, selain Siswanto, turut hadir Firman Aritonang Ketua TI Jakarta Barat, Asrum Lubay, ketua TI Jakarta Utara dan M Valentino Yanes, Ketua TI Jakarta Timur

“Diharapkan Nahkoda TI DKI Jakarta kedepan adalah figur yang punya kepedulianterhadap atlet, serta patuh pada aturan AD/ART, sehingga pembinaan bisa berjalan dengan baik, jika manajemen baik secara otomatis prestasi taekwondoin DKI Jakarta akan mampu meraih Juara,” pungkasnya

Bagikan ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here