Bolanasional.co-SBAI Jalin Kerjasama Dengan SMAN 4 Bandung, Siap Cetak Pemain Handal dan Cerdas

Jakarta

 

Sepak Bola Anak Indonesia (SBAI), organisasi yang perduli dengan pembinaan sepak bola usia dini dan usia muda dan  Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bandung sepakat menjalin kerjasama untuk melakukan pembinaan yang mensinergikan sisi prestasi dan sisi akademik pemain. Kesepakatan kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Gedung Kemenpora Jakarta, Senin (16/4).

 

Penandatangan MoU dilakukan oleh Ketua Umum SBAI, Dani Septia Iskandar dan Kepala Sekolah SMAN 4, Drs H Andang Segara disaksikan Asdep Olahraga Rekreasi Kemenpora, Teguh Raharjo. Turut hadir Sekjen SBAI, Rusman, Manajer Tim Muhammad Yusuf dan Ibu Yanni serta Guru Olahraga sekaligus Kesiswaan SMAN 4, Drs H Odan dan Tim Pengembang Sekolah, Drs H Asep Hendrayanto.

Kerjasama akan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2018 hingga 2021. Sesuai kesepakatan, selama tiga tahun ke depan, SBAI dan SMAN 4 akan berbagi tugas. Konkretnya, SBAI akan menangani pelatihan  sedangkan SMAN 4 fokus menangani aspek akademik pemain.

Peserta program pembinaan berbasis prestasi ini adalah para pemain hasil seleksi yang dilaksanakan oleh SBAI. Meski berlokasi di Kota Bandung Jawa Barat, namun SMAN 4 Bandung membuka kesempatan kepada seluruh anak berprestasi di seluruh Indonesia untuk mengikuti program ini. Untuk tahun ini, jumlah pemain yang direkrut sebanyak 25 orang. Selama tiga ke depan, ke-25 pemain ini akan dilatih skill olahraganya dan dididik kemampuan akademiknya. Dan mereka tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis.

Rencananya, kesepakatan kerjasama SBAI-SMAN 4 Bandung ini akan diluncurkan secara resmi pada Juli mendatang, di Gedung SMAN 4 Bandung.

Cetak Pemain Handal dan Cerdas

Kepala Sekolah SMAN 4, Drs Andang Segara mengatakan tujuan dari kerjasama ini adalah untuk membantu pemain agar mereka tetap bisa mengembangkan kemampuan akademiknya. Sehingga, mereka tidak hanya piawai memainkan bola tetapi juga cerdas.

“Kami melihat tren yang kurang baik di sepak bola usia muda Indonesia sekarang ini. Banyak anak-anak yang dieksploitasi, diabaikan kebutuhan pendidikannya. Padahal, sesuai usianya tugas utamanya adalah belajar. Mereka perlu mendapatkan dasar-dasar keilmuan sehingga mereka memiliki pengetahuan. Dan untuk melatih kecepatan berpikir dan perkembangan logika mereka hanya bisa dilakukan lewat pembelajaran,” kata Andang.

Menurut Andang, harus ada keseimbangan antara prestasi dan kemampuan akademik. Mau berprestasi bukan berarti mengorbankan belajar.

“Pemain dunia saja tetap mementingkan kebutuhan pendidikan. Buktinya banyak pemain dunia yang sarjana. Termasuk pemain top dunia asal Brasil, Socrates yang juga berprofesi sebagai seorang dokter,” tutur Andang.

“Jadi melalui kerjasama dengan SBAI ini, SMAN 4 Bandung akan mendorong para anak berprestasi. Kita berikan pengajaran penunjang. Menggunakan modul,” tandasnya.

Andang menyatakan kerjasama yang dijalin dengan SBAI tidaklah main-main. Karena SMAN 4 Bandung memiliki keperdulian ingin ikut berkontribusi membangun sepak bola yang bagus di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Selain itu, SMAN 4 Bandung juga ingin menjadi role model sebagai sekolah yang mampu mensinergikan pembinaan dan pengajaran akademik kepada pemain-pemain berprestasi.

“Kami ingin membangun branding sebagai sekolah berprestasi,” tandasnya.

Andang menceritakan sejak 2012 saat masih menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 25, dia sudah melaksanakan program pembinaan yang mensinergikan aspek prestasi dan akademik. Merekrut sebanyak 18 pemain dan diikutsertakan pada Kejuaraan Piala Soeratin.

Program yang digelar hingga 2015 ini  berhasil melahirkan tiga pemain handal yaitu Gian Zola Nasrulloh (kini bermain untuk Persib Bandung) dan Febri Haryadi (sekarang pemain Timnas U23). Berkat kontribusi Zola dan Febri Jawa Barat untuk berhasil menjadi juara pada PON 2016. Meski fokus mengejar prestasi di lapangan, namun Zola dan Febri juga tetap mementingkan urusan akademiknya dengan terus melanjutkan studinya ke tingkat perguruan tinggi.

“Jadi tidak boleh ada alasan tidak punya waktu untuk belajar. Para pemain harus bisa menyeimbangkan prestasi di lapangan dan prestasi akademik,” tandas Andang.

Branding SMAN 4

Selain ingin berkontribusi membantu kemajuan sepak bola Indonesia khususnya di Jawa Barat, sambung Andang, melalui program kerjasama dengan SBAI ini pihaknya ingin membangun branding SMAN 4 Bandung agar dikenal sebagai sekolah berprestasi.

“Kami ingin SMAN 4 Bandung dikenal sebagai sekolah berprestasi. Saya yakin program ini dapat menghasilkan pemain-pemain handal dan cerdas. Setidaknya, para pemain binaan kami bisa masuk Persib Bandung,” ujar Andang.

“Dengan begitu ke depan, akan berlomba-lomba masuk SMAN 4 Bandung. Biar bisa bergabung dengan Persib. Tahun depan, akan berbondong-bondong yang ingin mengikuti seleksi. Dengan sendirinya masyarakat akan berpikir kalau mau jadi pemain bola berprestasi masuklah ke SMAN 4,” cetus Andang.

Pria yang pernah terpilih sebagai Kepala Sekolah Terbaik ini mengaku bangga atas dukungan yang diberikan Kemenpora. Dia berharap ke depan, Kemenpora dapat membantu pelaksanaan program kerjasama dengan SBAI ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum SBAI, Dani Septia Iskandar menerangkan sejauh ini sudah ada 11 pemain yang telah dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti program beasiswa di SMAN 4 Bandung. Para pemain tersebut mayoritas berasal dari Jawa Barat ditambah beberapa pemain dari DKI Jakarta, Jawa Timur dan Papua.

Seleksi masih terus berjalan hingga enam bulan ke depan. Yang bisa mengikuti program ini adalah pemain kelahiran 2002 dan 2003.

“Tim sebenarnya sudah terbentuk. Tetapi belum semua. Tetap ada seleksi yang ketat. Karena yang kita inginkan yang mengikuti program ini adalah para pemain terbaik dari yang terbaik,” terang Dani.

Kemajuan Luar Biasa

Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta menilai positif dan menyambut baik kolaborasi SBAI dengan SMAN 4 Bandung yang ingin mencetak pemain handal dan cerdas.

“Pada prinsipnya pemerintah sangat mendukung gagasan-gagasan positif untuk kemajuan olahraga Indonesia khususnya sepak bola. Ini sejalan dengan keinginan Pak Menteri dan program percepatan pembangunan sepak bola Indonesia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” kata Raden Isnanta.

“Ini suatu kemajuan yang luar biasa. Karena pembinaan tidak hanya tanggungjawab pemerintah. Tetapi seluruh pemangku kepentingan harus bersinergi. Terbukti sinergitas itu ada. Sekolah bekerjasama dengan organisasi pembinaan sepak bola usia muda. Harapan kami bentuk kerjasama seperti ini dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia,” tukas Isnanta.

Asdep Olahraga Rekreasi Kemenpora, Teguh Raharjo yang ikut menyaksikan prosesi penandatanganan MoU antara SBAI dengan SMAN 4 Bandung menambahkan waktu tiga tahun tidaklah sebentar. Seluruh pemain akan bersama-sama dalam waktu yang cukup panjang. Tentu akan sangat baik untuk membentuk rasa kebersamaan dan karakter dalam diri setiap pemain.

“Semoga dari anak-anak yang mengikuti program ini nantinya bisa mengangkat prestasi sepak bola Indonesia di pentas dunia,” ujar Teguh.

Terkait permintaan dari Kepala Sekolah SMAN 4 Bandung agar Kemenpora berkenan membantu memberikan fasilitas untuk menunjang program ini. Teguh mengatakan secara teknis pihaknya terlebih dahulu akan melihat progres dari program ini.

“Kalau bagus kenapa tidak kita suport. Siapapun boleh mensuport, apalagi pemerintah. Nanti sama-sama kita diskusikan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here