Festival Perdana SSB Binaan Palmerah Disambut Antusias

Jakarta

Sekolah Sepak Bola (SSB) Binaan Palmerah akan merayakan hari jadi yang pertama pada 19 April mendatang. Untuk memeriahkan momen bersejarah tersebut, SSB yang sejatinya berdiri pada 19 April 2008 ini akan menggelar festival sepakbola usia muda bertajuk Binaan Palmerah Anniversary di Lapangan Wijaya Kusuma Jakarta, mulai 19 hingga 28 April mendatang.

Tak tanggung-tanggung, total ada empat kelompok usia yang akan dipertandingkan yaitu U9, U11, U13 dan U15. Perhelatan ini disambut antusias oleh komunitas sepakbola usia muda se-Jabodetabek. Sebanyak 56 tim siap berlaga di empat kelompok usia yang dipertandingkan.

Sesuai jadwal, Festival Binaan Palmerah Anniversary 2019 akan dimulai dengan persaingan di kelompok usia U9 pada 19 April mendatang. Dilanjutkan dengan persaingan di kelompok usia U15 pada 20-21 April. Disambung usia U11 pada 27 April. Puncaknya, festival perdana ini akan ditutup dengan persaingan di kelompok usia U13 yang berlangsung pada 27-28 April.

Pendiri sekaligus Ketua Umum SSB Binaan Palmerah, Ahmadi mengatakan tujuan dari penyelenggaraan festival ini adalah untuk menjalin silaturahmi dengan komunitas sepakbola usia muda yang ada di seluruh Jabodetabek. Event ini juga akan dimanfaatkan untuk memantapkan tekad SSB Binaan Palmerah menjadi tren setter atau role model pembinaan sepakbola usia muda di Jakarta Barat dan DKI Jakarta.

“Sebagai SSB yang berdiri sejak 2008, SSB Binaan Palmerah sudah banyak menghasilkan pemain handal yang memperkuat Persija Jakarta. Bahkan kami juga berhasil mengorbitkan pemain menjadi pemain timnas Indonesia,” kata Ahmadi yang didampingi Ketua Panpel Festival Binaan Palmerah Anniversary 2019, Bayu Arfianto usai pelaksanaan pertemuan teknik (technical meeting) dengan ofisial tim-tim peserta di TK Tunas Muda 1 IKKT Palmerah Slipi Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

“Alhamdullilah berkat torehan prestasi yang kami ukir di berbagai pentas sepakbola antara lain di ajang Danone, liga Askot Jakbar, Porkot Jakbar dan lainnya. Semakin banyak orangtua yang memasukkan anaknya berlatih di SSB Binaan Palmerah. Kini kurang lebih ada 150 siswa yang kami latih. Mulai dari kelompok usia 7 sampai 15 tahun,” tambahnya.

“Visi kami ingin menjadi tren setter atau role model pembinaan sepakbola usia muda di Jakarta Barat dan DKI Jakarta. Lewat tag line atau slogan Turn Back To Soccer yang kami modifikasi dari slogan kepolisian yaitu Turn Back Crime, kami ingin mengajak para pemangku kepentingan sepakbola untuk total dalam membina dan memajukan sepakbola. Jangan tanggung-tanggung. Jangan hanya numpang nama di struktur tetapi pas kompetisi tidak hadir,” tuturnya.

Sejalan dengan misi menjadi role model di pembinaan sepakbola usia muda, sambung Ahmadi,
dalam penyelenggaraan Festival Binaan Palmerah Anniversary 2019 pihaknya akan menerapkan teknologi barkode. Hal ini bertujuan untuk mencegah praktik manipulasi data pemain.

“Teknisnya, berkas data peserta kita input dan disimpan dalam ID Card peserta. Untuk validasi data ID Card setiap pemain kita buatkan barkode (kode batang) masing-masing. Dengan memindai barkode yang ada di ID Card tersebut kita bisa mengetahui apakah benar pemain yang bersangkutan atau bukan. Mudah-mudahan ini akan menjadi awal yang baik bagi pembinaan sepakbola usia muda di Jakarta Barat dan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Teknikal Meeting

Ketua Bidang Kompetisi Askot PSSI Jakarta Barat, Samanhudi yang memandu jalannya Technical Meeting memuji inovasi sistem verifikasi barkode yang digagas SSB Binaan Palmerah.

“SSB Binaan Palmerah merupakan SSB yang sehat. Kenapa sehat? Karena akan menggunakan sistem barkode. Mudah-mudahan tidak ada lagi pencurian umur. Saya harus mengakui inovasi barkode SSB Binaan Palmerah selangkah lebih maju. Di Askot PSSI Jakarta Barat saja belum menggunakan sistem barkode. Kami akan mencontoh jika penerapan sistem barkode ini berhasil,” tandas Samanhudi.

Ketua Panitia Penyelenggara Festival SSB Binaan Palmerah Anniversary 2019, Bayu Arfianto menambahkan selain tropi dan piagam, juara, runner up dan peringkat ketiga di setiap kelompok umur juga akan mendapat uang pembinaan. Selain untuk tiga tim terbaik, Panpel juga sudah menyiapkan tropi, piagam dan uang pembinaan untuk Pemain Terbaik dan Top Skor di semua kelompok umur.

Selain berbagai inovasi dalam teknis pembinaan, SSB Binaan Palmerah juga menyiapkan piala-piala yang unik dan ekslusif bagi tiga tim terbaik di semua kelompok umur. Berbeda dari piala pada umumnya yang terbuat dari bahan fiber. Piala-piala yang diperebutkan pada Festival Binaan Palmerah Anniversary 2019 terbuat dari kayu jati dan dicat warna kuning emas.

“Jadi piala yang kita siapkan tergolong mewah untuk sebuah festival sepakbola usia muda,” kata Bayu.

“Yang pasti persiapan penyelenggaraan Festival Binaan Palmerah Anniversary 2019 sudah sangat matang. Seluruh aspek sudah kita siapkan dengan baik. Mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar Festival Binaan Palmerah Anniversary 2019 dapat berjalan lancar dan sukses,” pungkas Bayu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.