Jawa Tengah Borong Gelar LSP U14 Piala Menpora 2018

Bali

Tim Jawa Tengah yang diwakili Sekolah Sepak Bola (SSB) R2 sukses memborong gelar pada babak final Liga Sepakbola Pelajar U14 Piala Menpora 2018. Selain merebut gelar juara, Jawa Tengah juga berhasil menyabet predikat Pemain Terbaik dan Kiper Terbaik.

Pada laga final yang berlangsung di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (6/9), Jawa Tengah berhasil mengalahkan Yogyakarta dengan skor 4-3 (0-0), melalui drama adu penalti. Laga harus dituntaskan dengan babak ‘tos-tosan’ karena sampai dengan berakhir waktu normal 2×30 menit, skor tetap imbang 0-0.

Tanda-tanda Jawa Tengah akan memenangkan adu penalti sudah terlihat saat penendang pertamanya Guntur melakukan eksekusi dengan baik. Sedangkan eksekusi penendang pertama Yogyakarta, Baresi (7) berhasil diblok kiper Jateng, Noval. Jateng unggul sementara 1-0. Namun Jateng gagal mempertahankan keunggulan akibat kegagalan penendang ketiganya Ozy (7). Yogyakarta berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 karena penendang kedua dan ketiganya sukses menjalankan tugas. Sampai dengan penendang keempat skor tetap imbang 3-3. Namun dewi fortuna tampaknya lebih berpihak kepada Jateng. Mereka dipastikan memenangkan laga adu penalti setelah penendang kelimanya Rakha (6) sukses menjebol gawang Yogyakarta. Sebaliknya, penendang terakhir Yogyakarta, Danu (10), gagal melakukan ekesekusi dengan baik. Tendangannya melebar di sisi kanan gawang. Skor akhir menjadi 4-3 untuk kemenangan Jawa Tengah.

Sukses Jateng menjadi kampiun disempurnakan oleh dua pemainnya yang berhasil menyabet predikat terbaik yaitu Doris (Pemain Terbaik) dan Noval (Kiper Terbaik). Sementara predikat Pencetak Gol Terbanyak diraih pemain Papua, Dony Yoku yang mengemas 10 gol.

Antiklimaks

Laga final yang diharapkan bakal menyuguhkan pertarungan seru dan sengit malah antiklimaks. Faktor kelelahan akibat padatnya jadwal pertandingan tampaknya menjadi penyebab menurunnya performa para pemain.

Hal tersebut diakui oleh Pelatih Jateng Cristian Veiri dan Pelatih Yogyakarta, Ali Murtono.

“Selain karena faktor kelelalahan kami juga salah jadwal. Kami kira pertandingan final jam 15.00 WITA. Engga tahunya jam 14.00 WITA. Kami jadi terlambat tiba dilapangan dan hanya punya waktu 15 menit untuk melakukan pemanasan,” tutur Cristian Veiri.

“Fisik anak-anak sudah terkuras. Jadi antiklimaks di final. Sebenarnya mereka cukup baik, bisa mengembangkan permainan dan menciptakan banyak peluang. Tetapi karena sudah kelelahan jadi kesulitan memaksimalkan peluang-peluang tersebut menjadi gol. Selain itu kami juga kurang beruntung,” tukas Ali Murtono.

Aman dan Lancar

Terpisah, Ketua Umum Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI), Subagja Suihan mengaku senang dan bersyukur karena perhelatan LSP U14 Piala Menpora 2018 berlangsung lancar dan aman.

“Saya atas nama BLiSPI Pusat
dan Kemenpora melalui bidang Asdep Ordik dan Deputi Pembudayaan Olahraga mengucapkan terimkasih atas suksesnya penyelenggaraan LSP U14 ke-5 di Bali,” kata Subagja.

“Mohon maaf jika ada kekurangan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Saya juga mengimbau teman-teman BLiSPI Provinsi yang belum dikukuhkan agar segera membentuk kepengurusan untuk dikukuhkan. Agar rasa persaudaraan diantara kita semakin kuat serta tetap selalu menjaga persatuan kita sesama BLiSPI Provinsi dan Pusat,” ujar ayah angkat bintang muda nasional Egy Maulana Vikri ini.

“Sampai jumpa di Liga Sepakbola Pelajar U14 Piala Menpora tahun depan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.