Presiden Jokowi Puji Inovasi Sport Tourism Kampung Bola Internasional di Bali

Presiden Joko Widodo memuji inovasi sport tourism Kampung Bola Internasional yang digagas Pemerintah Kabupaten Badung, Bali dan Yayasan GOBOLABALI. Apresiasi positif tersebut disampaikan saat orang nomor satu di Indonesia itu berkunjung langsung ke kawasan sport tourism Kampung Bola Internasional Krida Mandala I Ketut Lotri di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/5). Kampung Bola Internasional merupakan program Pemkab Badung yang dibangun dengan dana desa.

“Ini yang merupakan salah satu desa bisa berhasil betul memanfaatkan dana desa itu untuk kesejahteraan masyarakat, di desa di sini konsentrasinya ‘sport tourism’,” kata Presiden Joko Widodo.

“Misalnya menyewakan lapangan bola untuk latihan, untuk kompetisi internasional, untuk paralayang yang setahun bisa menghasilkan Rp800 juta, sehingga desa sendiri dapat memiliki ‘revenue’ per tahun Rp50 miliar, coba bayangkan,” tambahnya.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke Kampung Bola Internasional Bali didampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan sejumlah pejabat terkait.

Kampung Bola Internasional seluas 16 hektare tersebut tadinya merupakan tanah milik masyarakat Gunung Payung. Belakangan dengan memanfaatkan bantuan dana desa dari pemerintah diubah menjadi kawasan “sport tourism” dengan membuat lapangan sepak bola dan tempat berlatih olahraga paralayang.

Program Unggulan

Pemanfaat dana desa tersebut menjadi multiflier efek untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa dari empat program unggulan di Kampung Bola Internasional yaitu Program Sosialiasi / Promosi, Program Pembinaa / Pelatihan, Annual Event BADUNG-IFC (5 kategori Usia Women’s U21 17-25 Agustus, Boy’s U15 19-27 Okt, Boy’s U13 25 Okt – 1 Nop, Festival U12 & U10 26 Nop – 1 Des) dan Program Pemusatan latihan yang akan kerjasama dengan Agency Professional dari Eropa dan Kerjasama pengiriman pemain berbakat ke Korea Selatan

Melalui program ini kawasan Gunung Payung Culture Park – desa Kutuh, Kec Kuta Selatan, Badung – Bali yang nantinya akan digunakan sebagai obyek wisata. Bahkan telah dibangun ikon berupa replika bola terbesar berdiameter 5 meter dan dikelilingi 8 bola sepak di 8 penjuru mata angin dengan diameter 1,2 meter. Ikon ini tak pelak menjadi replika bola sepak terbesar di dunia yang akan diresmikan pada 16 Juni mendatang. Pada acara peresmian nanti akan menghadirkan partner program dari Eropa dan Korea Selatan.

Seperti yang dijelaskan oleh Jro Bendesa Adat Kutuh I Made Wena dan Perbekel Desa Kutuh I Wayan Purja, SE bahwa dana desa tahun 2018 yang dipergunakan sekitar Rp 700 juta lebih dan tahun ini didukung oleh dana BUMDA lebih dari Rp 5 miliar serta pembangunan ikon bola dari Yayasan GOBOLABALI lebih dari Rp 1 miliar.

Guna memaksimal potensi Kampung Bola Internasional, Pemkab Badung Bali dan Yayasan GOBOLABALI juga telah merancang sejumlah turnamen skala internasional. Salah satunya adalah Badung International Football Championship 2019 yang ditargetkan bakal diikuti sebanyak 100 tim dari 15 negara dengan total peserta sekitar 2500 orang. Dengan estimasi revenue sekitar Rp 5,8 miliar dan dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung sekitar Rp 1,8 miliar lebih. Untuk menyukseskan seluruh rangkaian program Kampung Bola Internasional Yayasan GOBOLABALI masih memerlukan dukungan dana sebesar Rp 2,5 miliar dari pihak sponsor.

CEO Yayasan GOBOLABALI, I Gusti Agung Putu Nuaba mengaku bersyukur dan senang karena program yang digagasnya mendapat apresiasi positif dari Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri.

“Melihat tanggapan Bapak Presiden yang didampingi oleh beberapa menteri merasa sangat puas karena INPRES NO 3 TAHUN 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional sudah diimplementasikan di program Kampung Bola Internasional,” kata I Putu Agung Nuaba.

Agung menyatakan pujian dari Presiden membuat pihaknya dan Pemkab Badung semakin termotivasi untuk bekerja lebih keras lagi meningkatkan potensi Kampung Bola Internasional.

“Bahkan Bapak Bupati Badung yakin suatu saat program ini akan jadi role model untuk pemanfaatan dana desa di berbagai daerah di Indonesia,” tandas Agung.

Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan merasa bangga bisa mengawal Program Kampung Bola Internasional ini sehingga menjadi perhatian Bapak Presiden RI.

“Begitu seriusnya Yayasan GOBOLABALI membuat program ini sehingga diharapkan pelaksanaan BADUNG-IFC tahun ini lebih sukses dari tahun sebelumnya baik dari sisi jumlah peserta dan kualitas tim sepakbola negara asing yang akan hadir sebagai peserta,” pungkas Wayan Adi Arnawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.