Soal Karir Bagas dan Bagus, Yuni Percayakan Pada Subagja Suihan

Keberhasilan Amiruddin Bagas Kaffa dan Amiruddin Bagus Kahfi membawa Timnas U16 menjadi juara Piala AFF U16 2018 telah melambungkan nama mereka. Kini nama pemain kembar ini kembali ramai dibicarakan setelah keduanya berhasil mencetak gol saat Timnas U16
mengalahkan Iran, 2-0, pada laga perdana Piala Asia U16 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat 21 September kemarin.

Kemenangan bersejarah ini ramai diberitakan oleh media nasional dan internasional. Semua memuji penampilan timnas U16 dan memberi apresiasi tersendiri kepada Bagas dan Bagus. Bahkan kabarnya bos klub papan atas Liga Italia, AC Milan, Giuseppe La Scala melalui akun twitter pribadinya menyoroti performa pemain kembar ini.

Selain puja-puji, ternyata di youtube muncul juga pemberitaan yang terkesan spekulatif terkait karir Bagas dan Bagus. Disebutkan dalam tayangan tersebut bahwa sang ayah yaitu Yuni Puji Istiono kurang berkenan kalau Bagas dan Bagus meniti karir di Eropa.

Karena tidak pernah memberikan pernyataan terkait karir kedua putranya, Yuni pun merasa perlu untuk mengklarifikasi pemberitaan yang disebarluaskan melalui youtube tersebut.

“Saya juga heran kok bisa-bisanya muncul berita seperti itu. Dikatakan saya tidak mengizinkan Bagas dan Bagus ke Eropa. Karena saya mau mengarahkan Bagas dan Bagus ke Thailand. Padahal saya tidak pernah mengatakan hal itu,” tutur Yuni ketika dihubungi dari Jakarta, Minggu (23/9).

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah selama dua periode (1999-2013)
ini menegaskan soal karir diserahkan sepenuhnya kepada Bagas dan Bagus. Dia tidak pernah ikut campur terlalu jauh. Sebagai orang tua, Yuni siap mendukung selama Bagas dan Bagus nyaman dengan pilihannya.

Pastinya, soal karir dan masa depan Bagas dan Bagus, Yuni juga akan berkoordinasi dan meminta arahan kepada Subagja Suihan, tokoh sepakbola usia muda nasional yang selama ini banyak berjasa membantu kedua anaknya.

Subagja Suihan memang dikenal luas sebagai pembina yang telah berhasil mengorbitkan banyak pemain muda ke pentas internasional antara lain mantan kapten timnas Firman Utina, Egy Maulana Vikri (kini bermain di klub Lechia Gdanks Polandia) dan lainnya.

“Soal karir biar Bagas dan Bagus yang putuskan. Mereka nyamannya di mana dan krasan. Kalau mau di Eropa seperti Egy Maulana Vikri atau Amerika Latin juga bagus. Tergantung rejekinya. Sesuai petunjuk Pak Bagja. Sebagai orangtua saya dukung,” tandas Yuni.

Tetap Kawal

Yuni merasa bersyukur karena kedua anaknya tidak berubah setelah meraih popularitas seiring keberhasilan bersama Timnas U16.

“Alhamdulillah mereka tetap rendah hati, disiplin dan tekun berlatih. Mereka bisa menyikapi dengan bijak pujian yang diberikan oleh masyarakat dan media. Semoga mereka tetap jadi anak yang santun dan tidak sombong,” ujar Yuni.

“Saya akan terus mengawal agar mereka tidak salah bergaul dan terhindar dari pengaruh buruk. Selalu saya ingatkan kepada mereka untuk tidak berpuas diri. Harus kerja keras. Berlatih lebih keras. Harus terus merasa kurang. Agar mereka bisa mewujudkankan cita-cita menjadi pemain handal yang bisa mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional,” imbuhnya.

Surprise

Seperti orangtua pemain lainnya, Yuni juga berupaya untuk bisa memberikan dorongan moril secara langsung kepada Bagas dan Bagus. Meski tidak meminta, namun Yuni dapat mengerti perasaan kedua anak kembarnya. Mereka pasti kepingin Yuni bisa menyaksikan langsung perjuangan mereka di lapangan saat membela timnas U16 di ajang Piala Asia U16 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Apalagi beberapa hari jelang laga perdana melawan Iran, Bagas menelepon Yuni dan mengatakan sering teringat wajah sang ayah setiap kali membaca Alquran seusai shalat.

“Karena sering teringat wajah saya, akhirnya dia telepon. Tanya keadaan saya apakah sehat atau tidak. Saya jawab, ayah sehat dan baik-baik saja di Magelang,” tutur Yuni menceritakan percakapannya saat ditelepon Bagas dari Kuala Lumpur beberapa hari lalu.

Yuni paham kalau anaknya kangen. Maklum sejak bergabung dengan Timnas U16, praktis mereka jarang bertemu. Yuni pun langsung mempersiapkan diri untuk terbang ke Kuala Lumpur. Tetapi biar surprise, Yuni sengaja
tidak memberitahu Bagas dan Bagus terlebih dahulu kalau dia akan datang ke Kuala Lumpur.

“Sudah bertemu. Mereka senang dan kaget karena tidak menyangka kalau saya akan datang,” ungkap Yuni.

Pria yang mengaku bekerja sebagai wiraswasta ini akan berada di Kuala Lumpur sampai Senin (24/9). Karena dia masih ingin menyaksikan langsung dan mendukung perjuangan Bagas dan Bagus membela Timnas U16 melawan Vietnam, pada laga kedua Grup C Piala Asia U16 2018, Senin (24/9).

“Seusai pertandingan lawan Vietnam saya akan pulang dulu. Karena ada urusan di Jakarta. Mudah-mudahan timnas U16 bisa terus melaju. Insya Allah, kalau lolos ke semi final saya akan datang lagi ke Kuala Lumpur untuk memberikan dukungan moril dan spiritual kepada Bagas dan Bagus,” tandas Yuni.

Tak lupa Yuni juga meminta dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar perjuangan timnas U16 dapat membuahkan hasil terbaik.

“Mohon dukungan dan doanya agar timnas U16 bisa meraih hasil terbaik menjadi juara Piala Asia U16 2018 dan mengukir sejarah gemilang lolos ke Piala Dunia U17 2019 di Peru,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.